Sabtu, 15 Mei 2010

Salah Satu Alasan Berkunjung Ke Kabupaten Maros

Kabupaten Maros terletak sekitar 30 Km arah utara dari kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Maros memiliki kelebihan tersendiri dibanding kabupaten lain, diantaranya adalah terdapatnya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang menjadi pintu gerbang masuk Sulawesi Selatan.
Selain itu, tedapat pula Karst Bantimurung - Bulusaraung yang merupakan salah satu kawasan karst yang mempunyai bentang alam yang unik dan khas yang biasa disebut tower karst.
Karst ini memiliki kawasan  wisata berupa pemandian alam bantimurung , dan cagar alam karaenta. Pemandian alam ini memiliki kekhasan berupa gerbang masuk patung monyet putih yang juga merupakan binatang khas di kawasan tersebut.
Selain itu karst ini menjadi tempat berkembang biak populasi kupu-kupu yang terbesar di dunia.


Kawasan karst ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Maros dan Pangkep. Tepatnya di sebelah utara Kota Makassar, antara 50 hingga 100 kilometer dari Kota Makassar. Jajaran karst ini dapat terlihat jelas dari jalan trans-Sulawesi yang menghubungkan Makassar-Parepare.


Adapula Taman Prasejarah Leang-Leang, yaitu gua yang terbentuk sebagai hasil pencucian batuan karbonat dan juga menjadi tempat spesies manusia berlindung di masa lampau. Gua-gua yang dihuni oleh manusia dan kebudayaannya di masa lampau. Inilah yang disebut sebagai gua prasejarah.


Potensi speleologi
Gua-gua yang berkembang membentuk lorong dan sungai bawah tanah di karst Maros-Pangkep menjadi salah satu potensi tersendiri. Gua dengan sungai bawah tanah itu telah mengalami perkembangan pembentukan gua yang menakjubkan.

Gua terpanjang dan terdalam di Indonesia
Hingga kini, gua terpanjang dan terdalam di Indonesia pun ditemukan di karst Maros. Gua terdalam berbentuk sumur tunggal dengan kedalaman 260 meter ditemukan di Leang Leaputte. Adapun gua terpanjang diperkirakan ditemukan di sistem gua Salukkang Kallang, yang panjangnya mencapai 2.700 meter.

Sistem gua ini merupakan sekumpulan sistem perguaan yang sambung-menyambung dan mempunyai beberapa mulut gua. Salah satu mulut gua itu adalah gua vertikal yang terdapat di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, di daerah Karaenta. Pada 2001, kembali ditemukan gua terpanjang kedua di Maros, dengan panjang 12 kilometer di daerah Balocci, Pangkep. Temuan ekspedisi tim Prancis ini semakin menambah daftar panjang kekayaan gua di Maros.
Jadi, bila anda berkunjung ke Sulawesi Selatan, sempatkanlah singgah di Kabupaten Maros untuk merasakan sensasi keindahan alam dan kebesaran Tuhan.