Jumat, 12 November 2010

Tips Sebelum Menjual Ponsel

Menghapus data kontak dan SMS
Foto pribadi, SMS, atau kontak memang harus dihapus total sebelum Anda menjual ponsel kepada orang lain. Ponsel harus benar-benar bersih dari data sensitif.
Untuk mengetahui apa saja yang dapat di-restore dari ponsel, anda bisa menggunakan program  mata-mata profesional, Paraben Device Seizure (www.paraben.com). Anda bisa mencoba gratis program forensik ini dengan selama 30 hari.

Menyingkirkan foto dan video
Saat ini, jauh lebih mudah melacak foto, video, atau rekaman suara pada ponsel. Mengapa? Tipe-tipe ponsel yang ada saat ini, seperti smartphone,  memiliki feature multimedia yang banyak. Ponsel jenis ini merupakan sentra multimedia kecil yang tidak hanya memiliki memori terintegrasi, tetapi juga memori eksternal.

Membersihkan memory card dengan benar
Jika Anda ingin menjual ponsel kepada orang lain, Anda perlu membersihkan “otak” ponsel terlebih dulu. Singkirkan semua data dengan tuntas. Anda bisa menggunakan program seperti O&O SafeErase.
Program ini memungkinkan penghapusan cepat dengan menimpa data de ngan angka-angka 0 (nol). Trik ini tidak hanya berfungsi pada microSD dalam ponsel, tetapi juga pada USB flashdisk, memory card kamera digital, dan harddisk. Sebuah solusi pintar karena sekali ditimpa, file tidak dapat di-restore.Sangat tidak menganjurkan untuk menghapus file ke recycle-bin. Melalui recycle-bin karena hanya 2 byte yang diubah dari tabel partisi. Nilai-nilai lain seperti nama file masih ada. Inilah yang dimanfaatkan program penyelamat data.

Ponsel Sebagai Penyebar Virus: SIM Card Menginfeksi PC

Ketika membeli sebuah ponsel, ada baiknya Anda memeriksa microSD card-nya juga. Hal ini penting untuk mencegah penularan virus dari memory card ke PC Anda.
Langkah hati-hati tidak hanya berlaku saat Anda menjual ponsel. Saat membeli pun juga harus bersikap waspada. Bahaya dapat mengintai dari balik ponsel yang Anda beli. Bisa saja, memory card dari ponsel yang Anda beli  membawa malware berbahaya akibat proses hapus data yang tidak sempurna. Hal ini tidak hanya berlaku saat Anda membeli ponsel bekas. Ponsel baru pun perlu diwaspadai memory card-nya.

sumber:chip online