Rabu, 08 Desember 2010

TEKNIK DASAR MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG & PARU-PARU


Setengah dari jumlah penderita serangan jantung di Amerika Serikat, umumnya menunggu dua jam atau lebih sebelum mencari pertolongan. Sebagian dari mereka itu meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Di antara mereka yang hidup, sebgaian besar mengalami kerusakan permanen pada jantungnya, yang terjadi selama jam pertama serangan. Karena itu, pada saat mengalami serangan jantung, kalau tidak melakukan apa-apa, itu berarti kematian.
Bila di Amerika ada Emergency 911 yang memberikan pelayanan darurat untuk penderita serangan jantung, di Indonesia bisa menghubungi Medic One yang memprakasai pelatihan penyelamatan ( life server) Resusitasi Jantung Paru (RJP), atau Cardio Pulmonary Resuscitation ( CPR) yang dapat diandalkan. Ini adalah suatu metode tindakan gawat darurat untuk menyadarkan penderita yang tidak bernapas atau denyut nadinya tidak teraba. RJP adalah kombinasi dari pijatan jantung luar dengan resusitasi ( pernapasan Buatan ) mulut ke mulut. Untuk melakukan RJP dengan baik dan agar tidak memperberat cedera pada penderita, sebaiknya penolong telah mengikuti pelatihan terlebih dahulu.

Apa yang dilakukan penolong ?
  • Baringkan penderita, terlentang pada alas yang keras. Topang lehernya, dan tengadahkan supaya jalan napasnya lurus.
  • Berlututlah di samping penderita.
  • Letakan dasar telapak tangan pada batas bawah tulang dada, dan tumpangkan dasar telapak tangan yang lain diatas telapak tangan yang pertama. Jari-jari tangan jangan sampai menyenruh dada.
  • Dengan tangan yang lurus, condongkan badan ke muka, sehingga bahu penolong di atas tulang dada penderita.
  • Tekan tulang dada ke bawah sampai 4-5 cm pada orang dewasa.
  • Dengan kedua tangan tetap di dada penderita, condongkan badan ke belakang dan biarkan tulang dada penderita kembali ke posisi normal.
  • Teruskan menekan tulang dada dengan kecepatan 3 kali setiap 2 detik (80-100 kali permenit)
  • Berikan resusitasi mulut ke mulut dengan kecepatan 2 hembusan kuat ke mulut penderita setiap 15 kali menekan dada
Sumber: Dikutip dari majalah “Smart Living” dan Internet