Sabtu, 04 Mei 2013

Perbedaan Polisi Tidur Dalam Negeri dan Luar Negeri


Aturan di Indonesia Tentang Alat Pengendali Pemakai Jalan

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali Pemakai Jalan

1) Alat pengendali dan pengaman pemakai jalan dimaksud adalah :

a) Alat pengendali pemakai jalan digunakan untuk pengendalian atau pembatasan terhadap kecepatan, ukuran muatan kendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu, terdiri dari :

(1) Alat pembatas kecepatan adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatannya dengan cara peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan, dengan ketentuan sebagai berikut :

(a) bentuk penampang melintang menyerupai trapesium.

(b) dan bagian menonjol diatas badan jalan maksimum 12 cm dan penampang kedua sisinya mempunyai kelandaian 15 %.

(c) dengan lebar mendatar bagian atas proporsional dengan bagian menonjol diatas badan jalan dan minimum 15 cm.

(d) Ditempatkan pada jalan dilingkungan pemukiman, jalan lokal III C dan jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.

(e) Penempatannya didahului dengan dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu lalu lintas. 

(f) Diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih

Contoh di Luar Negeri :





Sampai ada aturan mengenai ukurannya :



Contoh Yang Dalam Negeri :






Polisi tidur memang dibuat untuk mengurangi kecepatan kendaraan terutama para pembalap lorong yang banyak sok aksi di gang-gang...yang penting sih polisi tidurnya tidak polos karena sejatinya polti adalah rambu / tanda.

sumber : kaskus